Di sisi lain, Diki Vimala Bodhi, selaku ketua Panitia menyampaikan bahwa seminar literasi digital ini sangat penting, tentunnya bagi kalangan generasi Z dan milenial, karena Sebagian besar menggunakan media sosial dan beraktivitas dengan dunia digital harus bisa menjaga privasi, data diri, dan lebih dari itu tidak mudah terkontaminasi hoax atau sebaliknya.
Salah satu alasan mengapa literasi digital penting, lanjut dia, karena generasi muda sering kali menjadi sasaran utama penyebaran hoax dan berita palsu. Dalam lingkungan online (daring) yang penuh dengan informasi yang tidak diverifikasi, generasi muda perlu memiliki keterampilan kritis untuk membedakan antara fakta dan opini, serta kemampuan untuk mencari sumber informasi yang dapat dipercaya.
“Adapun tujuan diselenggarakannya seminar literasi digital tersebut agar generasi muda komunitas Buddhis dapat lebih memahami aktivitas yang ada di dunia digital serta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di dunia digital,” ungkapnya.
Animo peserta dalam kegiatan seminar literasi digital, tutur Diki, cukup tinggi, yakni dihadiri oleh 213 dari berbagai kampus, organisasi dan komunitas pemuda atau mahasiswa Buddhis di Tangerang.
“Peserta begitu antusias menanggapi materi yang dibawakan oleh para narasumber. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya,” pungkas Diki. (Tri)