GERAI UMKM DI REST AREA, PERDANA SEJABODETABEK

GERAI UMKM DI REST AREA, PERDANA SEJABODETABEK
GERAI UMKM DI REST AREA, PERDANA SEJABODETABEK
GERAI UMKM DI REST AREA, PERDANA SEJABODETABEK
GERAI UMKM DI REST AREA, PERDANA SEJABODETABEK

 

Semartara.news – Kecamatan Pinang buka gerai UMKM di rest area. Gerai tersebut dinamakan Oleh-oleh Kota Tangerang – by: UMKM Pinang Beres.

 

UMKM memiliki peranan penting bagi perkembangan laju ekonomi di masyarakat, bahkan menjadi pendorong bangkitnya perekonomian di Indonesia. Kepanjangan UMKM sendiri adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

 

Gerai UMKM Pinang Beres di Rest Area adalah salah satu terobosan baru dalam memasarkan produk lokal pelaku UKM lebih luas lagi. Lokasinya berada di rest area km 14 atau sering disebut rest area Karang Tengah. Rest area memiliki potensi untuk memasarkan produk UMKM karena dianggap ramai pengunjung dari luar daerah.

 

Sesuai atas pertanyaan kami soal target

pasar Gerai UMKM di rest area. Ketua UMKM Pinang Beres, Oktavia D Pratiwi, ST, yang kami konfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan.

 

“Kenapa kita buka gerai UMKM di rest area karena ini adalah perdananya gerai UMKM se Jabodetabek di rest area. Terlebih lagi, target kami bukan lagi warga Kota Tangerang. Namun, targetnya adalah para wisatawan, tamu, para pekerja, dan khususnya warga luar daerah yang akan menuju arah Ibu Kota, Jakarta. Dengan begitu, mereka akan mengenal berbagai produk yang ada di Kota Tangerang. Itulah target pasar kami.” Ujar Okta.

 

Selanjutnya, Okta menyampaikan produk-produk yang dijual di gerai UMKM pinang beres di rest area adalah produk unggulan di 13 kecamatan Kota Tangerang.

 

“Untuk apa saja yang dijual di gerai oleh-oleh Kota Tangerang adalah produk-produk unggulan di 13 kecamatan dan ada lebih dari 100 produk. Selai itu, UMKM pinang beres ini memiliki 13 titik gerai. Sebelumnya, sudah ada gerai UMKM di lokasi kantor Kecamatan Pinang, khusus untuk warga Pinang, yaitu ada kantin untuk frozen, yang low budget dan siap saji,” ungkap Okta.

 

Di sisi lain, soal omzet Gerai UMKM di rest area belum maksimal dan soal perkembangan sudah mulai meningkat setelah pandemi mereda.

 

“Omzetnya kita masih belum maksimal, kita masih di angka Rp5 juta sampai Rp10jt per bulan, kemudian untuk peningkatan perkembangan, alhamdulillah semenjak pasca covid ini sudah membaik, sudah tidak ada lagi PPKM dan lain-lain, lumayan agak meningkat pendapatannya. Akan tetapi, semoga kedepanya kebijakan seperti PPKM tidak mempengaruhi penjualan agar para pelaku UKM ini dapat mendapatkan omzet sesuai yang mereka harapkan,” tutup Okta.

 

 

Tinggalkan Balasan