Kota Batam, Semartara.News – Anggota Komisi VI DPR RI, ST Ananta Wahana, persoalkan kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat masih cukup lebar. Ia menyampaikan itu pada saat kunjungan kerja masa reses Komisi VI DPR RI, di masa akhir sidang 2020-2021, di Kota Batam, Senin (14/12/2020).
Sebenarnya, Ananta Wahana, mengakui, kesenjangan di atas merupakan efek dari Pandemi Covid-19. Sehingga, banyak masyarakat yang terkena PHK, berkurang penghasilan, dan belum pulihnya kondisi industri padat karya, khususnya di Kota Batam. Namun yang menarik, kata Ananta, dari data yang ada, investasi dan industri di Kota Batam tidak turun selama pandemi.
“Bahkan ada 1.320 investasi yang masuk ke Batam dan bisa membuka sekitar 170 ribu lapangan pekerjaan,” terang Ananta, pada sesi pendalaman Kunker tersebut.
Dari data di atas, tutur politisi Senior PDI Perjuangan ini, harusnya menggembirakan dan diapresiasi. Namun sayangnya, di Batam saja, kesenjangan sosial ekonomi masyarakat dengan berbagai latar belakang sangat terlihat. Oleh karena itu, ia meminta, investasi dan industri harus diarahkan untuk memperkecil kesenjangan tersebut. Karena itu, Ananta menegaskan, percepatan investasi dan pembangunan kawasan, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh masing-masing instansi.
“Percepatan investasi dan pembangunan kawasan, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh masing-masing instansi,” tegas Ananta Wahana.
“Laporan terakhir dari salah satu Universitas Nasional yang menyebutkan, bahwa, pembangunan pelabuhan Batu Ampar tertunda akibat jalur pipa gas bawah laut yang semrawut. Ini merupakan dampak dari kurangnya komunikasi, dan koordinasi antar instansi,” tutur DPR dari Dapil Banten III ini.
Sebagai informasi, pemerintah Kota Batam, belum dapat menyetujui rencana PT Gas Nasional (PGN) untuk membuat jaringan pipa bawah tanah langsung ke rumah-rumah warga. Hal ini karena, belum adanya kesepahaman antara pihak Pemerintah Daerah dan Perusahaan BUMN tersebut.
Untuk diketahui, Komisi VI DPR RI kembali melakukan kunjungan kerja pada masa reses akhir masa sidang 2020-2021. Kunjungan kali ini, diagendakan sejak tanggal 13-15 Desember 2020, yang dipusatkan di Kota Batam, Kepulauan Riau. Secara maraton, Komisi VI melakukan rapat bersama dengan 8 mitra kerjanya, yakni, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, BKPM, BP Batam, PT PELINDO I, PT Pengusahaan Daerah Industri Batam (PERSERO BATAM), PT PGN, dan Perum Bulog.
Rapat kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh salah salu pimpinan Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima. Sejumlah anggota Komisi VI dari PDI Perjuangan lainnya ikut hadir pada kunker ini, seperti Dedi Yevry Sitorus, Sonny Danaparamita, dan ST. Ananta Wahana.