Berita  

DP3AKKB Provinsi Banten Berkolaborasi dengan DPRD Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Berbasis Keluarg

Tangerang, Semartara.News — DP3AKKB Provinsi Banten mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis. Sabtu (28/11/2025).

 

Nok Jubaedah, Puspaga Provinsi Banten bersama Anggota DPRD Provinsi Banten Komisi V, Abraham Garuda Laksono, menghadiri kegiatan pelatihan peningkatan ekonomi keluarga sebagai upaya memperkuat kemandirian perempuan dan menekan angka kemiskinan di Banten.

Dalam sambutannya, Nok Jubaedah menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta yang didominasi ibu rumah tangga. Ia menegaskan bahwa kegiatan kolaboratif seperti ini perlu terus berlanjut.

“Pelatihan hari ini mendapat dukungan penuh dari DP3AKKB Provinsi Banten. Karena keterbatasan kuota, tidak semua bisa hadir. Maka itu, kami berharap kegiatan ini terus berkesinambungan sehingga lebih banyak perempuan yang merasakan manfaatnya,” ujar Nok.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi fondasi ketahanan sosial masyarakat dan sejalan dengan komitmen pemerintah menghadirkan keluarga yang berdaya.

Dalam kesempatan yang sama, Abraham menekankan bahwa peningkatan pendapatan keluarga harus dibarengi perbaikan akurasi data sosial agar bantuan pemerintah tepat sasaran.

“Masih banyak laporan bahwa warga yang layak justru tidak mendapatkan bantuan karena tidak terdata. Kami dari DPRD akan terus melakukan pengawasan agar hal seperti ini tidak lagi terjadi,” tegasnya.

Abraham juga mencatat bahwa angka kemiskinan Banten memang menurun, namun masih terdapat tantangan besar seperti pengangguran terbuka yang berada di posisi tinggi secara nasional.

“Pengangguran adalah pekerjaan rumah penting. Pemberdayaan UMKM seperti ini adalah langkah strategis membuka kesempatan kerja dan mencetak pengusaha baru di lingkungan perumahan,” jelasnya.

Abraham mengingatkan bahwa sebelum memulai usaha, diperlukan pemahaman soal lingkungan usaha, segmentasi pasar, dan literasi keuangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan legislatif harus terus bergotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini merupakan upaya nyata. Harapan saya, pelatihan hari ini menjadi bekal awal ibu-ibu membangun usaha yang berkelanjutan sehingga menjadi tonggak peningkatan ekonomi keluarga,” ucapnya.

Abraham menyebut bahwa kegiatan pemberdayaan perempuan dan keluarga ini juga menjadi perhatian DPP PDI Perjuangan.

“Acara ini tidak hanya dilaporkan kepada Gubernur dan Ibu Kadis, tetapi juga kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, karena isu perempuan dan kemasyarakatan selalu menjadi prioritas perjuangan partai,” tambahnya.

Abraham mengajak semua pemangku kepentingan untuk meninggalkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi lintas OPD agar masalah sosial seperti sampah, pengangguran, hingga kemiskinan bisa diselesaikan secara tuntas.

 

“Gotong royong menjadi kunci. Tidak ada program yang berhasil jika berjalan sendiri-sendiri,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan