Jakarta, Semartara.News – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020), di mana salah satu tokoh ada yang doakan Mega-Jokowi umur pendek, menuai petaka.
Ceramah dan Doa FPI tersebut, mendapat reaksi keras dari Ketua Umum Pagar Nusa, Muchammad Nabil Haroen.
“Ceramah singkat Idrus Jamalulail yang menyelipkan doa agar Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI Joko Widodo berumur pendek di Petamburan yang viral di media sosial, sebenarnya sudah mendorong hasutan dan memecah belah masyarakat,” ujar Gus Nabil yang juga politisi PDI Perjuangan, Senin (16/11/2020)
Doa yang dipanjatkan Idrus, Lanjut Gus Nabil, bukan hanya tak patut dari sisi etika, tapi juga bertentangan dengan ajaran agama.
“Doakan Mega-Jokowi Umur Pendek itu, berbanding terbalik dengan Nabi Muhammad yang mengajarkan agama Islam, sebagai agama yang menebar rahmah, bukan kebencian dan caci maki,” Tegas Gus Nabil, melalui keterangan tertulisnya,”
Hal yang sama juga disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, I Wayan Sudirta. Wayan mengaku sangat kecewa saat mendengar doa umur pendek bagi Ibu Megawati Soekarnoputri, dan Presiden RI Joko Widodo dari pendakwah FPI, Idrus Jamalulail.
Dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (17/11/2020), Wayan mengaku menahan diri untuk menyikapi doa tersebut. lebih lanjut, Ia menunggu perintah dari Ibu Megawati serta DPP PDI Perjuangan.
“Kami justru menahan diri dan karena itu (Doa FPI), kami taat apa perintah Ketua Umum, apa kata DPP PDI Perjuangan. Walaupun, sesungguhnya kami sangat-sangat kecewa dengan pernyataan itu, prihatin sekali,” kata Wayan.
Dia berkata, PDI Perjuangan belum berencana membawa doa yang terlantun dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Petamburan, ke ranah hukum.
Menurutnya, kader PDI Perjuangan akan mengikuti perintah pimpinan partai dalam menyikapi doa tersebut.
“Orang PDI Perjuangan tegak lurus, taat asas. Tegak lurus, apa kata pimpinan akan saya ikuti,” Tegas Wayan.
Wayan berharap agar doa serupa FPI di atas, tidak terlantun kembali di hari mendatang.
“Ini memang rada aneh, terdengar aneh, seolah saya tidak percaya. Apa ada tradisi seperti itu, di kalangan mana tradisi itu ada? Saya baru mendengar kali ini,” ucap Wayan.
“Mungkin pengetahuan saya terbatas, tapi setahu saya di agama saya tidak ditemukan doa-doa seperti itu (Doa FPI),” Tutup Wayan.
Dihubungi terpisah, Tim Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar menegaskan, bahwa doa yang dipanjatkan oleh Idrus itu merupakan pendapat pribadi.
“Ya itu pendapat pribadinya beliau. Saya enggak bisa menanggapi lebih lanjut,” kata Aziz, Senin (16/11/2020).
Kuasa Hukum FPI menyarankan, untuk meminta konfirmasi langsung kepada Idrus terkait doanya tersebut. Ia menegaskan, tak akan menanggapi sesuatu yang berada di luar ranah pernyataan Rizieq Shihab. (AD)