Opini  

Diseminasi Gummy TELUK: Upaya Sederhana Mengurangi Konsumsi Permen Sintetis

Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengenalkan Gummy TELUK berbahan bunga telang dan jeruk sebagai camilan alami yang lebih sehat.
Gummy TELUK berbahan bunga telang dan jeruk, inovasi konfeksioneri berbasis pangan lokal yang diperkenalkan mahasiswa Teknologi Pangan UNTIRTA sebagai alternatif permen sintetis. (Foto: Dok. Pribadi Penulis)

Opini, Semartara.News – Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) telah melaksanakan kegiatan diseminasi masyarakat mengenai inovasi produk gula dan konfeksioneri di Perumahan Kamilan Ciracas Permai, Kota Serang, Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan alternatif produk konfeksioneri berbasis pangan lokal yang lebih aman dan sehat melalui pemanfaatan bunga telang dan buah jeruk dalam pembuatan produk Gummy TELUK.

Selain itu, kegiatan diseminasi ini juga dihadiri dan mendapat kontribusi positif dari salah satu dosen pengampu mata kuliah Teknologi Gula dan Konfeksioneri, yaitu Ibu Winda Nurtiana, S.T.P., M.Si., yang turut memberikan dukungan dan penguatan materi terkait inovasi produk konfeksioneri berbasis pangan lokal. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat, mengenai inovasi produk gula dan konfeksioneri dengan memanfaatkan pangan lokal. Diseminasi dilakukan dengan penyampaian materi secara umum tentang inovasi pangan, penjelasan bahan baku yang digunakan, serta penayangan video proses pembuatan Gummy TELUK agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Produk Gummy TELUK dibuat dengan bahan sederhana dan mudah ditemukan. Proses pembuatan diawali dengan penimbangan gula dan gelatin sebagai komponen utama pembentuk tekstur. Bunga telang direbus hingga menghasilkan cairan berwarna ungu alami, sementara buah jeruk diperas untuk diambil sarinya. Larutan bunga telang, sari jeruk, dan gula kemudian dimasukkan ke dalam panci dan dipanaskan hingga tercampur merata.

Di sisi lain, gelatin dilarutkan menggunakan air dingin sebelum ditambahkan ke dalam larutan gummy. Campuran tersebut kemudian diaduk hingga homogen dan didinginkan sampai membentuk tekstur kenyal khas permen gummy. Seluruh tahapan ini ditampilkan melalui video agar peserta dapat memahami bahwa pembuatan permen gummy berbahan alami dapat dilakukan dengan cara yang relatif sederhana.

Selain penyampaian materi, mahasiswa Teknologi Pangan UNTIRTA juga membawa produk hasil inovasi gula dan konfeksioneri untuk diperkenalkan langsung kepada peserta. Respons yang diberikan sangat positif. Ibu-ibu dan anak-anak yang hadir tampak antusias mencicipi Gummy TELUK dan menyatakan menyukai warna, rasa, serta teksturnya. Warna ungu alami dari bunga telang menjadi daya tarik tersendiri karena tampil menarik tanpa menggunakan pewarna sintetis.

Dari sisi manfaat, bunga telang diketahui mengandung senyawa antioksidan alami yang bermanfaat bagi tubuh, sedangkan buah jeruk merupakan sumber vitamin C yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Kombinasi kedua bahan ini menjadikan Gummy TELUK tidak hanya menarik sebagai camilan, tetapi juga memiliki nilai tambah dari aspek kesehatan.

Melalui kegiatan diseminasi ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat mulai memanfaatkan pangan lokal sebagai bahan baku produk olahan sehari-hari. Inovasi Gummy TELUK diharapkan dapat menjadi contoh bahwa produk konfeksioneri dapat dibuat tanpa ketergantungan pada pemanis dan pewarna sintetis yang memiliki potensi kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam mendukung edukasi pangan sehat dan pemanfaatan pangan lokal di masyarakat. Dengan pendekatan yang sederhana serta aplikatif, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan yang lebih aman, alami, dan berkelanjutan dapat terus meningkat.

Penulis: Comala Lukita Novilianty Manalu, Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (*)

Tinggalkan Balasan