Ananta juga menyinggung soal kemungkinan pemerintah untuk mempertimbangkan impor BBM dari Rusia yang harganya lebih murah.
“Jadi kalau kita mendapatkan harga impor BBM yang sangat murah dari Rusia itu. Kira-kira nanti policy-nya itu kayak gitu,” ucapnya.
Terakhir Ananta menyampaikan masih adanya kasus konflik lahan antara rakyat dengan pemerintah, dalam hal ini PTPN V Sei Intan, Riau.
Ananta menyebut bahwa warga Banja Ladang Sialang Pasungan berada di Kutalama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, sempat mendatangi Komisi VI DPR RI di Senayan Jakarta pada Selasa 9 Agustus 2022 lalu.
Saat itu kebetulan sedang masa reses. Namun pada prinsipnya mereka menyampaikan bahwa untuk mengadukan atas konflik lahan petani Baja Ladang Sialang Pasungan dengan PTPN V Sei Intan sejak tahun 1964 yang terkatung-katung nasibnya hingga sekarang.
“Soal ini juga saya mohon perhatiannya dari Pak Menteri BUMN. Dan jangan sampai isu konflik lahan tersebut terus mencuat di tahun politik ini,” imbuhnya.
Diketahui, rapat kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Sarmuji, dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Kedua menteri tersebut berjanji akan memberi jawaban secara tertulis.(jack)