Al-Kautsar Moslem City, Hunian Bernuansa Islam Tanpa Bunga

SEMARTARA, Tangerang – PT Cipta Sumber Mas kembali mengembangkan bisnis property berbasis syariah untuk masyarakat di wilayah Tangerang. Perusahaan pengembang yang gencar memerangi riba ini memudahkan masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak huni.

Sebelumnya, PT Cipta Sumber Mas berhasil memikat para konsumen dengan beberapa hunian nuansa islam melalui program ‘Rumahku Surgaku’. Kini, bersama UNCHU Multi Indonesia, perusahaan properti tersebut kembali mengundang perhatian dengan perumahan Al-Kautsar Moslem City, yakni hunian dengan type 30/60 yang terletak di wilayah Kosambi, Tangerang.

Dilengkapi fasilitas yang memadai dan modern, Al-Kautsar hadir dengan tanpa mengurangi nuansa islam yang selalu melekat pada program Rumahku Surgaku. Selain berkonsep kehidupan yang islami dan asri, Al-Kautsar memiliki keunggulan pada akses yang dekat dengan berbagai fasilitas umum.

“Tentunya juga unggul dalam pola pembelian yang syariah, tanpa bunga atau denda, tanpa sita, dan bebas riba. Apalagi syaratnya, yang penting konsumennya WNI, mudah saja,” ungkap Dery Suandi, CEO PT Cipta Sumber Mas, seusai prosesi akad Isthisna bersama konsumen Al-Kautsar Moslem City dan Sangiang Islamic Village, di Hotel Horison, Kota Tangerang.

Saat ini, menurut Deri, sebanyak 2000 unit rumah dipersiapkan dari dua pengembang dengan keunggulan yang tak jauh berbeda. Ia berharap, program Rumahku Surgaku menjadi solusi masyarakat untuk memiliki hunian yang layak tanpa riba.

“Saya harap masyarakat tidak lagi terjebak riba dengan adanya konsep syariah ini. Karena cicilan murni syariah tanpa bunga,” terang Deri.

Sementara salah seorang konsumen Al-Kautsar, Kasturi didampingi istrinya mengaku senang lantaran ia akan segera mempunyai hunian yang nyaman dan tanpa riba, sesuai ajaran Islam. Pria 35 tahun yang berprofesi sebagai security ini sangat ingin memiliki hunian sendiri untuk membangun bahtera keluarga yang baru 3 bulan dijalankan bersama istrinya.

“Saya penganten baru mas, baru 3 bulan saya ngontrak. Konsep rumah syariah ini saya suka, intinya tidak ada riba, prosesnya juga sangat mudah,” ucap Kasturi kepada Semartara.com, usai acara.

Di tempat yang sama, konsumen Sangiang Village, Dodi Efendi mengaku tertarik dengan konsep yang ditawarkan pengembang properti tersebut. Menurutnya, Rumahku Surgaku ini sangat tepat untuk hunian rakyat yang berbasis syariah.

“Seharusnya pemerintah yang menyediakan program seperti ini, bukan malah pengembang. Karena ini bagus buat masyarakat. Serba mudah, nyicil tanpa bunga dan mudah-mudahan terhindar dari riba,” ujarnya.

Diketahui, prosesi akad Isthisna konsumen dilakukan secara islami kepada perwakilan konsumen dengan simbolis. Dihadiri ratusan Kepala Keluarga (KK), akad Isthisna konsumen akan terus dilakukan secara bertahap. (Helmi)

Tinggalkan Balasan