SMPN 25 Kota Tangerang Jadi Lokasi Edukasi Internet Sehat dari Kemkomdigi

SMPN 25 Kota Tangerang menjadi lokasi edukasi internet sehat dan literasi digital bagi pelajar oleh Kemkomdigi.
Kemkomdigi bersama Wali Kota Tangerang dan perwakilan siswa SMPN 25 Kota Tangerang berfoto usai pelaksanaan Forum Sahabat Tunas bertema “Aman di Dunia Maya, Sehat di Dunia Nyata” yang mengangkat edukasi literasi digital dan internet sehat bagi pelajar. (Foto: Ist)

Kota Tangerang, Semartara.News — SMPN 25 Kota Tangerang menjadi lokasi pelaksanaan Forum Sahabat Tunas bertema “Aman di Dunia Maya, Sehat di Dunia Nyata” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan edukasi literasi digital dan kesehatan anak sebagai upaya membangun kesadaran pelajar mengenai pentingnya penggunaan internet secara aman, sehat, dan bertanggung jawab.

Ratusan pelajar mengikuti forum yang menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah dan tenaga kesehatan untuk memberikan pemahaman mengenai tantangan dunia digital di kalangan anak-anak dan remaja.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan anak-anak saat ini hidup di era yang sangat dekat dengan teknologi digital sehingga membutuhkan kemampuan literasi digital yang baik.

Menurutnya, internet dapat memberikan manfaat besar bagi pendidikan dan kreativitas apabila digunakan secara bijak.

“Internet itu bagai sebuah jalan yang sangat besar. Jangan sampai kita tersesat atau mengambil jalan yang salah,” ujar Fifi.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan membagikan data pribadi di media sosial serta lebih berhati-hati terhadap berbagai risiko di ruang digital.

Dalam kesempatan tersebut, Kemkomdigi turut menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang mengatur perlindungan anak di ruang digital, termasuk pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Selain edukasi digital, forum tersebut juga menghadirkan pembahasan mengenai dampak penggunaan gadget terhadap kesehatan anak.

Dokter Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Tuty Herawaty, mengatakan penggunaan gawai secara berlebihan dapat memengaruhi fokus belajar, kesehatan mental, hingga kemampuan sosial anak.

“Akibatnya fokus belajar terganggu, sulit memahami kalimat panjang, gampang bosan, dan prestasi belajar bisa menurun,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan pentingnya literasi digital untuk membantu anak-anak menghadapi perkembangan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Ia mengajak para pelajar memanfaatkan internet untuk kegiatan positif seperti belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.

“Jadilah generasi yang bijak bermedia sosial, berani berkata tidak pada konten negatif, dan tetap menjaga sopan santun dalam setiap interaksi digital,” kata Sachrudin.

Forum Sahabat Tunas di SMPN 25 Kota Tangerang diharapkan menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ruang digital yang aman dan ramah bagi anak-anak. (*)

Tinggalkan Balasan