Jakarta, Semartara.News – Serangan di wilayah Lebanon selatan yang menewaskan seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian memicu desakan dari Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Jakarta Raya agar pemerintah memberikan penghargaan tertinggi atas pengorbanan tersebut.
Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, menyampaikan duka cita mendalam kepada institusi TNI dan keluarga korban atas gugurnya prajurit saat menjalankan tugas dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL).
“Gugurnya personel TNI dalam misi internasional ini merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945,” ujar Yanto di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kehadiran Indonesia dalam misi perdamaian bukan sekadar tugas militer, melainkan juga wujud pengabdian kemanusiaan yang penuh risiko dan pengorbanan.
Menurutnya, prajurit yang gugur layak mendapatkan penghormatan tertinggi dari negara sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keberanian dalam menjaga stabilitas global.
PW SEMMI Jakarta Raya juga mendorong pemerintah agar penghargaan tersebut diberikan secara resmi dan berkelanjutan, sebagai simbol penghormatan abadi atas jasa para prajurit TNI.
Selain itu, pihaknya berharap nilai pengabdian dan semangat kemanusiaan yang ditunjukkan prajurit dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus berperan dalam menjaga persatuan dan perdamaian.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI mengonfirmasi gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam serangan artileri Israel saat menjalankan misi UNIFIL di Lebanon selatan pada 29 Maret 2026. Selain satu korban gugur, tiga prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka.
Pemerintah Indonesia telah menyampaikan duka cita, mengecam keras insiden tersebut, serta mendesak dilakukannya investigasi secara menyeluruh dan transparan atas serangan terhadap kontingen Indonesia di wilayah konflik tersebut. (*)







