Berita  

Indonesian Association of British Alumni Dilantik, Perkuat Kolaborasi Indonesia–Inggris

IABA periode 2025–2029 resmi dilantik di Jakarta, menegaskan komitmen kolaborasi, jejaring global, dan kontribusi alumni UK.
Hakim MK Asrul Sani (tengah) berfoto dengan beberapa tokoh nasional lainnya usai Pelantikan Pengurus IABA periode 2025-2029 di Jakarta baru-baru ini (Foto: Istimewa).

Jakarta, Semartara.News – Indonesian Association of British Alumni (IABA) resmi melantik pengurus periode 2025–2029 dalam sebuah seremoni di Jakarta pada 14 Februari 2026. Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi Indonesia–Inggris, khususnya di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Ketua Umum terpilih, Triono Junoasmono, memimpin langsung pembacaan ikrar sekitar 140 pengurus yang berasal dari berbagai universitas di Britania Raya. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu mengonsolidasikan potensi alumni UK agar berkontribusi lebih luas bagi pembangunan nasional.

Alumni University of Warwick, Tahir Musa Luthfi Yazid, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelantikan tersebut. Ia menegaskan bahwa IABA siap menjadi jembatan kolaborasi antara Indonesia dan Inggris, serta mendorong sinergi lintas sektor melalui jejaring alumni.

Ia juga menyoroti peran tiga alumni yang sebelumnya menjadi caretaker, yakni Basilio Araujo, TM Luthfi Yazid, dan Suyanto Mahdiputra, yang telah mengawal masa transisi kepemimpinan hingga terbentuknya kepengurusan definitif periode 2025–2029.

Acara pelantikan turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Arsul Sani, M. Qodari, Teuku Riefky Harsya, Juda Agung, serta Desra Percaya. Kehadiran para pejabat dan tokoh alumni tersebut mencerminkan kuatnya dukungan terhadap peran strategis IABA.

Dalam sambutannya, M. Qodari mengenang pengalamannya saat menempuh studi di University of Essex. Ia menceritakan perjuangan hidup selama kuliah di Inggris yang membentuk karakter, daya juang, dan perspektif global. Ia mengajak seluruh alumni UK untuk bersatu dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia.

Menteri Pendidikan Brian Yuliarto juga menekankan bahwa alumni Inggris memiliki keunggulan pada aspek akademik, pengalaman internasional, dan jejaring global. Potensi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi Indonesia dan Inggris.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kerja sama strategis kedua negara, IABA menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan kemitraan pendidikan, inovasi, dan pengembangan talenta.

Selain itu, IABA membuka peluang kerja sama dengan berbagai organisasi alumni universitas, baik dari dalam maupun luar negeri, sepanjang bertujuan untuk kemajuan Indonesia.

Menutup acara, Ketua Dewan Pengawas IABA Irnanda Laksanawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembentukan kepengurusan baru. Ia berharap IABA dapat terus menjaga soliditas dan profesionalisme organisasi demi memperkuat kolaborasi Indonesia–Inggris selama masa bakti 2025–2029. (*)

Tinggalkan Balasan