Tangerang, Semartara.News – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri acara Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang diselenggarakan di MI Nurul Huda Curug Wetan, Kecamatan Curug, Sabtu (14/2/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengajak seluruh masyarakat untuk menegakkan shalat sebagai pondasi utama kehidupan. Shalat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga kebutuhan spiritual yang mampu membentuk karakter kejujuran, tanggung jawab, dan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui momen Isra Mi’raj ini, saya mengajak seluruh warga Kabupaten Tangerang, terutama para orang tua dan generasi muda, untuk menjadikan shalat sebagai dasar dalam membangun keluarga, pendidikan, dan kehidupan sosial,” ungkapnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar mengenang perjalanan Rasulullah SAW, melainkan sebagai saat untuk melakukan refleksi spiritual agar iman dan akhlak semakin diperkuat.
“Isra Mi’raj adalah perjalanan dari kegelapan menuju cahaya iman, dari kelalaian menuju kesadaran, dan dari keputusasaan menuju keyakinan akan pertolongan Allah SWT,” tambahnya.
Selain itu, dia menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengandung pesan bahwa umat Islam harus tetap teguh menghadapi berbagai ujian hidup, dan menjadikan setiap kesulitan sebagai peluang untuk memperbaiki diri serta menambah keimanan.
Ia berharap, momentum Isra Mi’raj dan datangnya bulan Ramadan dapat mempererat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Tangerang yang religius dan sejahtera.
“Dari masjid, madrasah, dan majelis taklim, mari kita bangun Kabupaten Tangerang yang penuh keberkahan, rukun, dan religius,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MI Nurul Huda Curug Wetan atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan. Menjelang bulan Ramadan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Bupati Maesyal Rasyid juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.
“Menjelang Ramadan ini, saya dan Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat masih terdapat kekurangan,” tuturnya. (*)







