RTH Bambu Cisoka Dimulai, Bupati Tangerang Dorong Ruang Publik Hijau dan Ekonomi Kreatif

Bupati Tangerang menanam bambu di RTH Cisoka sebagai awal pengembangan ruang hijau berbasis identitas daerah dan ekonomi kreatif.
Bupati Tangerang bersama jajaran perangkat daerah melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka sebagai langkah awal pengembangan ruang publik hijau berbasis pelestarian lingkungan dan identitas daerah. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News – Pemerintah Kabupaten Tangerang memulai langkah strategis dalam melestarikan lingkungan sekaligus memperkuat identitas daerah. Pada Rabu (21/1/26), Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memimpin langsung aksi penanaman pohon di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. Agenda ini turut dihadiri oleh Plh. Sekretaris Daerah serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menjelaskan bahwa pemilihan bambu bukan tanpa alasan. Selain selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), bambu merupakan simbol yang melekat pada logo Kabupaten Tangerang.

“Kami berkomitmen membangun ruang publik hijau di tiap kecamatan. Cisoka menjadi titik awal pengembangan RTH berbasis bambu ini. Kedepannya, lahan ini akan bertransformasi menjadi pusat wisata, wadah pengembangan UMKM, serta sarana pemberdayaan masyarakat,” tutur Bupati. Beliau menekankan bahwa pelestarian bambu adalah upaya menjaga warisan ekologis sekaligus menghidupkan kembali ruh identitas daerah.

Mengembalikan Kejayaan Bambu Tangerang

Sejalan dengan visi Bupati, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menyoroti nilai historis bambu yang sangat kuat. Ia mengingatkan kembali masa kejayaan tahun 1920-an, di mana topi bambu hasil karya perajin Tangerang telah merambah pasar Eropa.

“Bambu adalah sejarah dan budaya kita. Hari ini, kita bersepakat untuk membangkitkan kembali kejayaan tersebut melalui sektor ekonomi kreatif,” ujar Erwin.

Pengembangan RTH Bambu di Cisoka ini akan dilaksanakan secara bertahap:

  • Tahap Awal: Pematangan lahan dan penanaman rutin berbagai varietas bambu setiap bulan. Saat ini, sudah terdapat 17 varietas yang tertanam.

  • Tahap Lanjutan: Pembangunan fasilitas pendukung melalui APBD Perubahan, mencakup area parkir, gerbang ikonik, stan UMKM, jogging track, hingga sarana ibadah.

  • Target Operasional: Kawasan ini diproyeksikan mulai berfungsi penuh bagi publik pada akhir tahun 2026.

Target 29 Kecamatan di Tahun 2027

Proyek di Cisoka hanyalah permulaan. Erwin menambahkan bahwa pemerintah daerah menargetkan pembangunan enam RTH tambahan di kecamatan lain sepanjang tahun 2026. Sesuai dengan mandat RPJMD, diharapkan pada awal tahun 2027, seluruh 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang sudah memiliki ruang terbuka hijau masing-masing.

Uniknya, setiap kecamatan akan menonjolkan jenis bambu yang berbeda sebagai ciri khas lokal, seperti Bambu Cendani di Rajeg atau Bambu Kuning di Mauk. Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercantik tata kota dan memperbaiki kualitas udara, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan dan penggerak ekonomi baru bagi warga lokal. (*)

Tinggalkan Balasan