Tangerang, Semartara.News — Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah secara resmi menutup Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang 2025 pada babak final yang digelar di Hotel Lemo, Kelapa Dua, Minggu, 28 Desember 2025. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kompetisi catur tingkat kabupaten yang berlangsung sepanjang tahun.
Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang 2025 diikuti oleh 16 klub catur anggota Percasi Kabupaten Tangerang dan dilaksanakan menggunakan sistem kompetisi penuh selama 18 putaran sejak Februari 2025. Kompetisi ini menjadi agenda pembinaan rutin untuk meningkatkan kualitas atlet catur daerah.
Pada klasemen akhir, klub Catur Sejati Mauk (CASMA) tampil sebagai juara dengan perolehan 27 poin, mengungguli BSM dan Benteng Tugu Legok yang masing-masing mengumpulkan 25 poin. BSM menempati posisi kedua berkat keunggulan perhitungan tie-break, sementara Benteng Tugu Legok berada di peringkat ketiga. PCPJ dan KCBN melengkapi jajaran lima besar.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah mengapresiasi konsistensi Percasi Kabupaten Tangerang dalam menyelenggarakan liga secara berkelanjutan. Menurutnya, olahraga catur memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, daya pikir, dan sportivitas generasi muda.
“Liga catur ini menjadi contoh pembinaan olahraga berbasis intelektual yang perlu terus dikembangkan. Pemerintah Provinsi Banten mendukung upaya pembinaan atlet catur agar mampu berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Dimyati.
Ketua Percasi Kabupaten Tangerang, Hendra, S.AP, WN., menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga liga dapat berjalan lancar hingga babak final. Ia berharap kompetisi ini terus menjadi wadah evaluasi dan pengembangan atlet.
“Melalui liga ini, kami bisa memetakan kekuatan klub sekaligus menyiapkan atlet untuk menghadapi kejuaraan tingkat provinsi dan nasional,” katanya.
Keberhasilan CASMA sebagai juara turut mendapat sorotan. Ketua CASMA, Fajri Fauzi, menyebut capaian tersebut sebagai buah dari proses pembinaan yang dijalankan klubnya secara konsisten sejak berdiri pada 2019.
“Karena proses akan mendapatkan hasil. Kami menekankan komitmen dan kerja keras melalui latihan rutin, serta fokus pada pembinaan dan pelatihan catur untuk mencetak bibit-bibit muda,” ujar Fajri.
Sebagai bentuk apresiasi, Percasi Kabupaten Tangerang memberikan hadiah berupa uang pembinaan dan trofi kepada para pemenang. Juara pertama menerima uang pembinaan sebesar Rp3 juta dan piala bergilir, juara kedua memperoleh Rp2 juta, serta juara ketiga mendapatkan Rp1 juta.
Dengan berakhirnya Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang 2025, diharapkan pembinaan olahraga catur di daerah semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi pada tahun-tahun mendatang. (*)







