Cirebon, Semartara.News — Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Cirebon masa khidmat 2025–2027 resmi dilantik pada Minggu (14/12/2025). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula MA Khas Kempek, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Pelantikan ini mengusung tema “Manunggaling Kawruh Digdaya lan Kabudayaan”, yang dimaknai sebagai penyatuan ilmu pengetahuan, kemandirian, dan kebudayaan sebagai fondasi utama gerak organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Ketua Pelaksana, Marwah Fitriya, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar. Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan ruh dan arah perjuangan PC IPNU–IPPNU Kabupaten Cirebon selama satu periode ke depan.
“Tema ini merangkum tiga pilar penting, yakni penguatan ilmu pengetahuan, kemandirian kader, serta pelestarian kebudayaan. Harapannya, setelah resmi dilantik, rekan dan rekanita mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi secara maksimal hingga akhir masa kepengurusan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon masa khidmat 2025–2027, Achmad Abdurrouf, menekankan pentingnya kebersamaan sebagai kekuatan utama organisasi. Menurutnya, IPNU dan IPPNU tidak hanya bertumpu pada struktur formal, tetapi pada soliditas dan sinergi antar kader.
“Kami belajar bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar IPNU dan IPPNU. Terima kasih kepada seluruh stakeholder, tokoh, dan pihak yang telah membersamai serta mendukung proses pelantikan ini,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus melangkah maju, menebar kebaikan, serta tidak gentar menghadapi berbagai tantangan. Semangat tersebut, menurutnya, menjadi modal penting bagi kader IPNU–IPPNU dalam menjalankan amanah organisasi.
Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon 2025–2027, Iin Kurniasih, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kiai serta seluruh pihak yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara pelantikan. Ia memohon doa, bimbingan, dan arahan agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan khidmat organisasi dengan lancar dan penuh keberkahan.
Lebih lanjut, Iin menyoroti pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan. Ia berharap kader perempuan IPPNU berani tampil, melangkah maju, dan mengambil peran strategis, seiring dengan peran kader laki-laki sebagai mitra kepemimpinan yang saling menguatkan.
“Keberhasilan kepengurusan ini tidak diukur dari meriahnya pelantikan atau banyaknya program kerja semata, melainkan bagaimana setelah selesai ber-IPNU dan IPPNU, rekan dan rekanita tetap terikat, menjaga silaturahmi, serta bangga mengakui diri sebagai kader IPNU dan IPPNU di manapun berada,” tegasnya. (Hijar/Red)







