Bantuan Gizi Rp700 Ribu Dibagikan, Pemkab Tangerang Fokus Turunkan Stunting 2025

Pemkab Tangerang salurkan bantuan gizi bagi keluarga berisiko stunting melalui program DASHAT untuk mempercepat penurunan kasus stunting.
Foto bersama jajaran pemerintah daerah pada acara penyerahan bantuan fasilitas pendukung Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Bantuan berupa kompor dan perlengkapan memasak ini merupakan dukungan konkret Pemkab Tangerang untuk memperkuat ketahanan keluarga dan gizi masyarakat. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, memimpin penyaluran bantuan pangan dan kebutuhan pokok untuk Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Acara yang berlangsung di Aula Kecamatan Kelapa Dua ini menyasar Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil, dan Balita di bawah 2 tahun (Baduta).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menunjukkan komitmen kuatnya untuk menekan angka kasus stunting di wilayah tersebut melalui intervensi gizi yang berkelanjutan.

Penekanan Angka Stunting dan Apresiasi Pusat

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa penyaluran bantuan ini adalah bagian integral dari upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Tangerang.

“Pemberian makanan bergizi dan sembako ini bertujuan mempercepat penurunan dan pencegahan stunting. Kami berharap bantuan ini dapat semakin menurunkan angka stunting dan mencegah munculnya kasus-kasus baru,” ujar Bupati.

Beliau juga menyampaikan rasa syukur atas pengakuan dari pemerintah pusat berupa insentif fiskal tahun berjalan. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Kabupaten Tangerang dalam melaksanakan program percepatan penurunan stunting.

“Alhamdulillah, apresiasi ini membuktikan bahwa upaya penanganan stunting di daerah kita berhasil. Ini adalah buah kerja keras bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.

Detail Bantuan dan Seruan Konsistensi

Paket bantuan senilai Rp700.000 per keluarga, yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang, mencakup 9 jenis bahan pangan bergizi, yaitu: beras, minyak goreng, telur, abon sapi, tepung terigu, agar-agar powder, abon ayam, bakso ikan, dan 1 paket masak natura.

Bupati Maesyal Rasyid mengimbau seluruh pihak, termasuk Catin, orang tua, kader, dan jajaran pemerintah setempat, untuk menjaga konsistensi dalam upaya pencegahan stunting. Beliau mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan kecukupan gizi anak-anak.

“Melalui program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan Tangerang yang Sejahtera, Sehat, dan Berdaya Saing,” tutupnya.

Strategi Program DASHAT

Kepala Dinas DPPKB Kabupaten Tangerang, dr. Muchlis, dalam laporannya menjelaskan bahwa program DASHAT merupakan strategi kunci dalam percepatan penurunan stunting.

Program ini berfokus pada pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting.“DASHAT tidak hanya tentang pelayanan kesehatan, tetapi juga tentang pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga, menyasar ibu hamil, ibu pasca melahirkan, balita, dan calon pengantin,” jelas dr. Muchlis.

Sejak digagas pada tahun 2023, program DASHAT telah terbentuk di seluruh desa dan kelurahan. Pada tahun 2025, program ini menargetkan edukasi dan bantuan natura untuk 3.312 keluarga berisiko. Pihaknya juga berencana mendistribusikan paket natura tambahan dan menargetkan sekitar 3.500 keluarga menerima bantuan serupa pada tahun anggaran berikutnya.

“Program ini adalah perwujudan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup, kepedulian sosial, dan mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya,” tutup dr. Muchlis. (*)

Tinggalkan Balasan