Jokowi Kunjungi Pameran ASAFF 2018

SEMARTARA, Jakarta (1/7) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi pameran Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), pada Sabtu (30/6). Tiba di JCC sekitar pukul 14.11 WIB, Presiden Jokowi mengenakan kemeja putih dan celana hitam, disambut oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Kehadiran Jokowi sontak mencuri perhatian para pengunjung pameran yang berlangsung selama tiga hari. Bahkan, suasana pameran yang diinisiasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini semakin diramaikan para pengunjung sambil mengabadikan moment tersebut dengan ber-selfie bareng Presiden.

Presiden kemudian berkeliling meninjau stan produk-produk pertanian yang dipamerkan, sambil menyapa dan berjabat tangan dengan para pengunjung. Pertama, Presiden mengunjungi stan komoditas pertanian seperti bawang, cabai, paprika dan kentang.

Seusai itu stan berikutnya yang dikunjungi Presiden adalah stan tanaman hidroponik. Di beberapa stan, Presiden pun sempat berbincang dengan pemilik produk.

Tidak hanya komoditas pertanian, di pameran ASAFF yang mengusung tema “Transforming Challenges into Opprotunities: Agricultural Innovation and Food Security” ini pun dipamerkan berbagai inovasi di bidang pertanian. Presiden pun meninjau stan alat-alat pertanian modern mulai dari drone hingga Controlled Atmosphere Storage (CAS) atau mesin penyimpanan yang bisa menyimpan bahan pangan segar hingga enam bulan.

Terkait inovasi ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebutkan bahwa inovasi bisa menjadi kunci sukses di bidang pertanian, misalnya tercapainya swasembada pangan.

“Swasembada pangan bisa terjadi, bahkan kedaulatan pangan akan terjadi manakala inovasi kita dorong dan kita kembangkan. Kata kunci untuk suksesnya suatu pertanian harus mendorong inovasi mulai dari bibit hingga pengolahan pascapanen,” ujar Menteri Pertanian kepada awak media.

Senada dengan Menteri Pertanian, Kepala Staf Kepresidenan yang juga Ketua Umum HKTI, Moeldoko menyampaikan, negara-negara yang memiliki tingkat kemajuan di bidang pertanian pasti memiliki inovasi yang sangat tinggi. Menurutnya, pertanian Indonesia pun bisa lebih berkembang dengan pendekatan teknologi yang dibudidayakan.

“Masyarakat kita hampir sebagian masih menggunakan pendekatan tradisional. Berbagai inovasi di sini kita ambil, kita komunikasikan dengan para pengusaha sehingga nanti semua pengembangan produk itu bisa dikembangkan dan digunakan oleh petani,” kata Moeldoko. (Helmi)

Tinggalkan Balasan