Jakarta, Semartara.News – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa mayoritas pasien yang saat ini di rawat di rumah sakit rujukan Covid-19 merupakan pasien bergejala ringan maupun orang tanpa gejala.
kembali mengingatkan masyarakat yang terkonfirmasi positif corona segera melakukan isolasi, baik mandiri atau di fasilitas terpusat.
Masyarakat diminta untuk mematuhi anjuran isolasi termasuk prosedurnya sesuai dengan kondisinya untuk menekan angka kematian, meningkatkan angka kesembuhan, sekaligus mencegah timbulnya kasus baru.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan per 13 Februari 2021, total kumulatif pasien yang dirawat di RS sebesar 74.838 pasien, dimana 71 persen nya asimptomatik alias tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan.
“Kembali saya ingatkan, tiap kasus positif harus melakukan isolasi secara dini agar tidak menularkan,” ujar Wiku dalam keterangan pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (17/2/2022).
Terlebih, data lain dari Kementerian Kesehatan juga menyebutkan penyumbang angka kematian cenderung berasal dari golongan lanjut usia (49 persen), komorbid (48 persen), dan orang yang belum atau tidak dapat divaksin lengkap (68 persen).
“Dalam kaitannya dengan peraturan isolasi mandiri yang tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan, orang-orang dengan kondisi yang demikian dinilai tidak layak melakukan isolasi mandiri, sehingga kemungkinan untuk dirawat di rumah sakit atau fasilitas isolasi terpusat lebih besar,” kata Wiku.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyebut pasien yang dirawat di rumah sakit secara nasional sebanyak 36 persen.
Sementara untuk keterisian tempat tidur isolasi sebanyak 37 persen dan tempat tidur ICU 26 persen.
Adapun rinciannya, dari total tempat tidur yang tersedia 92.690, sementara yang terpakai 33.643
Kemudian, dari total tempat tidur isolasi yang tersedia 85.053 sementara yang terpakai 31.365.
Serta dari total tempat tidur ICU yang tersedia 8.62, yang baru terpakai 2.278.
Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi M Epid menuturkan, saat ini kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih didominasi kasus-kasus di Jawa dan Bali. (Tribunnews)