Vaksinasi Gotong Royong Diharap Mampu Dongkrak Perekonomian

Vaksinasi Gotong Royong
Tangkapan Layar - Presiden Jokowi (berdiri kedua dari kiri) saat meninjau Vaksinasi Gotong Royong perdana di kawasan industri Jababeka, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5) (Foto - Antara/Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, Semartara.News – Pelaksanaan program Vaksinasi Gotong Royong diharap bisa membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 Persen pada Kuartal II 2021, setelah pertumbuhan sejak Kuartal II 2020 ekonomi domestik selalu berada di zona negatif.

Harapan tersebut disampaikan oleh orang nomor satu di Indonesia, Joko Widodo, saat meninjau Vaksinasi Gotong Royong perdana di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). “Vaksinasi ini juga kita harapkan bisa memulihkan ekonomi kita,” kata Presiden Joko Widodo sebagaiamana dikutip dari LKBN Antara.

Vaksinasi yang ditinjau oleh mantan Wali Kota Solo ini berada di Lokasi lahan industri sebuah perusahaan multinasional barang konsumsi. Secara bersamaaan, Program vaksinasi itu juga dilakukan di 18 lokasi lainnya.

Presiden Jokowi berharap, dengan kerja keras pemerintah dan dunia usaha, maka ekonomi domestik dapat berbalik ke zona positif pada paruh kedua tahun ini setelah terkontraksi pada empat kuartal sebelumnya. Pada kuartal I 2021 lalu pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia membaik, namun masih berada di zona kontraksi yakni -0,74 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Vaksinasi yang ditujukan kepada para pekerja diharapkan dapat memulihkan kegiatan produksi di industri dan menggerakkan roda-roda perekonomian. “Dengan kerja keras, kita semua berharap pada kuartal kedua 2021, di bulan April, Mei, Juni, kita sesuai dengan target yaitu kurang lebih tujuh persen bisa kita capai,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan, karyawan dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang telah bekerja sama melaksanakan vaksinasi gotong royong.

Pelaksanaan Vaksinasi tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10/2021 tentang Vaksinasi Gotong Royong. Dalam Permenkes itu, diatur biaya vaksinasi tersebut ditanggung oleh badan hukum/badan usaha yang melaksanakan vaksinasi kepada karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga.

Dengan begitu penerima vaksin COVID-19 dalam pelayanan Vaksinasi Gotong Royong tidak dipungut bayaran atau gratis. Program Vaksinasi ini dilakukan untuk mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat Indonesia. Pemerintah menargetkan total 181,5 juta penduduk Indonesia dapat diberikan vaksin COVID-19 untuk membentuk kekebalan komunitas (herd immunity).

Tinggalkan Balasan