Raker Dengan Mendag, Ananta Wahana Bawa Aspirasi Kaum Nahdliyin dan Marhaen Soal Pasar

Ananta Wahana bersama pedagang Pasar Poris Indah, Tangerang

Jakarta, Semartara.News – Anggaran untuk Pasar Poris, Kota Tangerang, yang awalnya dianggarkan sebesar 5 Miliar, dipangkas menjadi 2,5 Miliar akibar pandemi COVID-19. Alhasil, pembangunan pasar tipe D tersebut, hanya bisa dikerjakan separuh saja.

Oleh sebab itu, Ananta Wahana, Anggota Komisi VI DPR RI, membawa keluh kesah kalangan para pedagang yang terdiri dari kaum Nahdliyin dan Marhaen. Menurutnya, kapasitas Poris tersebut, menampung 230 pedagang. Sayangnya, pembangunan yang hanya separuh tersebut, hanya bisa menampung 100 pedagang.

Menurut Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Banten III itu, pembangunan tersebut justru bisa menimbulkan kecemburuan antar pedagang.

“Saya hanya ingin menyampaikan keluhan dari Nahdliyin dan Marhaen, bahwa anggaran tersebut hanya bisa membangun separuh pasar,” kata Ananta Wahana saat Rapat Kerja dengan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalla, yang ditayangkan secara virtual, Rabu (3/2/2021).

“Sementara pedagang berjumlah 230 orang, dan yang mendapat fasilitas tersebut, hanya 100 orang. Walhasil, hal itu bisa menimbulkan kecemburuan sosial antar pedagang,” terangnya.

Selain itu, Ananta juga menyampaikan, anggaran pembangunan untuk Pasar Anyar, Kota Tangerang, juga terkena pangkas karena akibat pandemi COVID-19.  Parahnya, anggaran yang sebelumnya 75 Miliar, dipotong menjadi 45 Miliar. Namun hingga saat ini, pembangunan tersebut tidak terealisasi.

Oleh sebab itu, Ananta berharap, pembangunan Pasar Poris bisa segera dirampungkan seratus persen, dan untuk Pasar Anyar direalisasikan. Sehingga, selain agar tidak terjadi kecemburuan antar pedagang, pembangunan untuk kedua pusat ekonomi rakyat tersebut, bisa mengembalikan suasana pasar dan denyut ekonomi rakyat kembali. Ujung harapannya, mengangkat perekonomian di tengah pandemi, karena baginya, hal itu sejalan dengan agenda pemulihan ekonomi.

“Jelas, kecemburuan sosial itu tidak akan terjadi lagi. Dan para pedagang ini, merupakan bagian dari UMKM yang bersentuhan langsung dengan kaum Marhaen dan Nahdliyin yang ada di pasar tersebut,” jelas Ananta saat ditemui secara terpisah di Kantornya, Rabu (3/2/2021).

“Dengan begitu, jika pembangunan itu rampung seratus persen, harapannya bisa mengangkat nilai ekonomi masyarakat menengah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan